Profil Sejarah Desa Adat Sangket

Sangket, 31 Juli 2025

Profil Sejarah Desa Adat Sangket

Sejarah Singkat Desa Adat Sangket

Secara pasti berupa peninggalan prasasti maupun sumber sastra belum kami temukan, namun berdasarkan peninggalan-peninggalan bangunan berupa pura dan informasi penunjang lainnya seperti:


  1. Tidak adanya bangunan Pelinggih “Padmasana” di Pura Desa maupun Pura Kahyangan Tiga lainnya (Pura Bukit, Pura Dalem, Pura Mangening). Ini membuktikan Desa Adat Sangket berdiri atau menggunakan konsep Ida Mpu Kuturan dengan Kahyangan Tiganya, artinya Desa Pakraman Sangket jauh sudah ada sebelum kedatangan Dang Hyang Nirarta.
  2. Dalam Buku yang berjudul “I Gusti Anglurah Panji Sakti” Raja Buleleng 1599-1780 oleh Dr. Soegianto Sastrodiwiryo ada menyebutkan bahwa Panji Sakti mengadakan perjanjian dengan Pendeta Brahmana “Sang Brahmana Peranda Sakti Ngurah” disuatu tempat yang kini bernama Sangket.
  3. Adanya sebutan tempat-tempat dikelurahan Sukasada yang mengandung kata Sangket seperti : Geria Sangket, Peken Sangket (Peken di depan Kantor Lurah), termasuk sekarang yang lebih dikenal Terminal Sangket.
  4. Makna kata “Sangket” sesungguhnya sama dengan kata “Cangcang” dalam Bahasa Kawi yakni tempat mengikat/negulang sesuatu. Menurut I Gusti Made Kencana nama asli Sukasada adalah “Cerangcang Kawat” yang berasal dari kata “Cangcang Kabuat” artinya tempat mengikat atau menaruh barang bawaan. Dilihat dari pengertian ini maka kata Sangket identik maknanya dengan “Crangcang Kawat” yang berasal dari kata “Cangcang Kabuat”


Berdasarkan pengertian istilah-istilah diatas, maka kami Krama Desa Adat Sangket bersepakat dan berkesimpulan bahwa :

Nama Desa Adat Sangket diambil dari kata “Taru Wali atau Kayu Selipet” yang dalam Bahasa Populis disebut Sangket. Karena kata “Kayu Selipet itu memiliki arti dan makna : Kata Kayu bermakna Pakayunan (Pikiran), Kata Selipet bermakna Kembali (Melipetan). Kembali disini berarti bahwa Agama Hindu Di Bali sebelum datanya Senapati Kuturan (Mpu Kuturan) terpecah belah menjadi beberapa Sekte seperti Siwa, Brahma, Sogata, Inda,Bayu dan lain sebagainya.

Dengan kehadiran Mpu Kuturan terjadi Fusi Organisasi menjadi Tiga Sekte yakni Brahma, Wisnu dan Siwa (Tri Murti). Desa Adat Sangket sudah ada jauh sebelum Kerajaan Buleleng ada yakni sejak Mpu Kuturan membentuk Desa Pakraman dengan Kahyangan Tiganya.